Berita Terkini

Kita Harus Memiliki Kecerdasan Digital dalam Bermedia Sosial

Tegal (28/4), Program rutin KPU Jawa Tengah Rabu Ingin Tahu hari ini adalah mengupas tentang Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat yang berkorelasi dengan Literasi Masyarakat yang di laksanakan secara zoom dengan mengundang pembicara dari staf ahli Kementrian Komunikasi dan Informasi RI Prof. Dr. Widodo Muktiyo SE,M.Com. Acara ini diikuti oleh KPU seluruh Kabupaten/Kota dan Bakohumas Pemerintah Daerah se-Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah Yulianto Sudrajat S.Sos, M.Com menegaskan bahwa kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi kehumasan dalam rangka memperkuat kepercayaan masyarakat dan menjadi bagian cara berkomunikasi dengan masyarakat. KPU tetap harus bekerja menggalang komunikasi mesti tidak ada tahapan pemilu atau pemilihan.

“Jawa Tengah pemilihnya ada 27 juta pemilih. Berada di urutan nomer tiga setelah Jawa Barat dan Jawa Timur. KPU harus berperan aktif dan bertanggung jawab dalam memberikan pendidikan dan mencerdaskan pemilih, tidak hanya pada saat menjelang pemilihan”, ungkap Anggota Komisioner KPU Jateng, Diana Ariyanti SIP sebagai pemantik diskusi. Bakohumas diharapkan dapat menjadi pendorong dalam melaksanakan pendidikan pemilih.Seperti diketahui bahwa negara menjamin hak setiap warga negara untuk mencari, memperoleh, menyimpan, dan mengelola informasi.
“Pada dasarnya komunikasi akan merubah kognitif masyarakat untuk berpartisipasi. Informasi layaknya makanan. Informasi yang sehat akan menyehatkan pikiran kita, food is the soul, begitu sebaliknya informasi bisa menjadi racun, posion the soul yang bisa meracuni pikiran kita”, demikian ungkap Prof. Dr. Widodo Muktiyo SE,M.Com selaku pemateri, Prof. Widodo menambahkan komunikasi seperti life blood yang akan mengaliri tubuh dan mengaliri darah bangsa Indonesia ini. Dengan adanya pandemi  maka makin merubah peradaban. Semua berbasis digital, dimana berbagai pihak menggunakan digital untuk mencerdaskan publik, dan media konvesional makin bergeser ke media baru yaitu dunia imajiner yang tidak berbatas.Tranformasi digital menjadi praktis dan berdampak positif meskipun ada dampak negatifnya yang diperkirakan 23 juta tenaga kerja kehilangan pekerjaan namun 27- 40 juta lapangan kerja baru akan terbuka luas untuk tenaga yang bertalenta baru. Berawal dari dipaksa, terpaksa dan pada akhirnya terbiasa.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa humas pemerintah sangat tidak disukai oleh publik (annoying) karena bersifat rutin, normatif kaku dan tidak menarik. Namun pemerintah berpihak pada keberadaan era digital dimana target digitalisasi pada awalnya dicanangkan pada tahun 2032 namun dengan adanya pandemi diajukan menjadi tahun 2022. Dengan adanya program dimana kurang lebih 83 ribu desa akan dibangun teknologi internet 4G dan percepatan data nasional menjadi single data. Selain itu akan disiapkan 600 ribu sumber daya manusia bertalenta digital yang akan di sebar di seluruh kementrian dan lembaga pemerintah. Program ini disebut Siberkrasi. Sehingga di masa pandemi diharapkan tetap produktif dengan living in harmony with disaster.
Tidak mudah mengshare sesuatu karena doktrin share lebih dulu berarti lebih unggul sudah tidak berlaku lagi. Karena rekam jejak digital akan berlaku selamanya dan terus akan ada, maka perlu kedewasaan dalam menggunakan digital terutama dalam membagikan sesuatu harus sesuai dengan etika, norma dan memiliki value moralitas. Saring sebelum shareing. Karena manusia bisa membuat cerita, peristiwa bisa membuat cerita. Sehingga dalam membagikan informasi tidak boleh tergesa-gesa, tidak boleh emosional dan apakah benar bermanfaat ataukah tidak.Maka penting adanya kecerdasan Digital (DQ) yang merupakan terminologi baru dalam memilah berita.
Adalah menjadi tantangan bagi humas agar bisa memanfaatkan paradigma baru yang sedang terjadi saat ini dimana adaptasi sangat di butuhkan dengan menggali talenta yang ada untuk memanfaatkan digital secara maksimal. “Humas jangan seperti sekelompok dinosaurus yang tidak mampu beradaptasi pada lingkungannya sehingga pada akhirnya punah tertelan jaman,” pungkas beliau menutup kegiatan webinar ini.(hny)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 26 kali